Era dari Coach Xabi Alonso Telah Berakhir

era-dari-coach-xabi-alonso-telah-berakhir

Era dari Coach Xabi Alonso Telah Berakhir. Era Xabi Alonso sebagai pelatih kepala Real Madrid resmi berakhir pada 12 Januari 2026 setelah klub mengumumkan pemutusan kontrak secara bersama-sama menyusul hasil buruk beruntun di paruh pertama musim 2025/2026, di mana tim hanya meraih posisi keempat di La Liga dengan selisih 12 poin dari pemuncak klasemen serta tersingkir dini dari Copa del Rey dan babak 16 besar kompetisi Eropa, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak mengingat ekspektasi tinggi terhadap mantan gelandang legendaris itu yang sukses besar di Leverkusen sebelumnya, namun setelah hanya enam bulan menangani skuad bintang di Santiago Bernabeu, Alonso memilih untuk mundur dengan saling menghormati bersama petinggi klub karena merasa visi permainannya belum sepenuhnya bisa diwujudkan di lingkungan yang penuh tekanan serta ekspektasi instan sehingga era singkat ini ditutup dengan rasa kecewa namun juga pengakuan atas upaya keras yang telah dilakukan. INFO GAME

Penyebab Utama Kegagalan Adaptasi: Era dari Coach Xabi Alonso Telah Berakhir

Salah satu faktor terbesar yang mempercepat akhir era Alonso adalah ketidakmampuan menyesuaikan filosofi possession tinggi serta pressing agresif yang sukses di Leverkusen dengan karakter skuad Real Madrid yang lebih berorientasi pada transisi cepat serta individual brilliance, sehingga tim sering kali kesulitan menciptakan peluang melawan lawan bertahan dalam dan malah kebobolan dari serangan balik karena lini tengah terlalu terbuka serta kurangnya keseimbangan defensif, contoh nyata terlihat pada kekalahan telak di kandang dari tim papan tengah serta hasil imbang berulang melawan lawan yang parkir bus sehingga poin-poin krusial terbuang sia-sia, dan meski Alonso berusaha menerapkan rotasi serta variasi formasi, perubahan itu justru membuat pemain kesulitan menemukan ritme konsisten terutama di lini belakang yang sering berganti pasangan sehingga soliditas tim menurun drastis dibandingkan musim sebelumnya.

Dampak terhadap Pemain dan Ruang Ganti: Era dari Coach Xabi Alonso Telah Berakhir

Era Alonso juga meninggalkan jejak campur aduk di ruang ganti karena beberapa pemain kunci merasa kurang nyaman dengan tuntutan fisik serta taktik yang sangat ketat, khususnya Jude Bellingham yang dimainkan terlalu sering tanpa rotasi berarti hingga menunjukkan tanda kelelahan serta penurunan performa, sementara pemain senior seperti Vinicius Junior serta Rodrygo sering kali tidak mendapat kebebasan kreatif yang mereka biasa dapatkan sehingga produktivitas menyerang menurun, dan meski Alonso dikenal sebagai pelatih yang komunikatif serta menghargai pemain, tekanan dari hasil buruk membuat hubungan dengan sebagian skuad menjadi renggang terutama setelah kekalahan memalukan di kompetisi Eropa yang membuat kepercayaan diri tim runtuh, sehingga banyak analis menilai bahwa meski Alonso punya ide bagus, ia belum mampu menanamkan mentalitas juara yang dibutuhkan di klub sebesar Real Madrid di waktu singkat.

Respons Klub dan Langkah ke Depan

Pemutusan kontrak ini dilakukan secara damai dengan klausul kesepakatan bersama sehingga tidak ada konflik besar di permukaan, dan klub langsung menunjuk caretaker dari internal staf pelatih untuk mengisi kekosongan hingga akhir musim sambil mempersiapkan pencarian pelatih baru yang lebih berpengalaman di level elite Eropa, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa petinggi klub mengakui bahwa transisi dari Leverkusen ke Real Madrid terlalu berat bagi Alonso di tahap ini, dan meski era ini berakhir cepat, banyak yang tetap menghargai upaya Alonso untuk membawa pendekatan modern serta identitas permainan yang berbeda meski hasil akhir tidak sesuai harapan, sehingga klub kini fokus membangun kembali momentum di sisa musim dengan target minimal finis di posisi tiga besar La Liga serta menyelamatkan musim dari kehampaan trofi.

Kesimpulan

Era Xabi Alonso di Real Madrid berakhir lebih singkat dari yang dibayangkan siapa pun setelah hanya setengah musim karena kombinasi antara kesulitan adaptasi taktik, inkonsistensi performa tim, serta tekanan tinggi yang tidak bisa diatasi dengan visi jangka panjang, sebuah pengalaman pahit bagi pelatih berusia 43 tahun yang sebelumnya begitu gemilang namun juga pelajaran berharga bahwa tidak semua kesuksesan di satu klub bisa langsung diterapkan di tempat lain tanpa penyesuaian besar, dan meski banyak yang kecewa, perpisahan ini terasa sebagai keputusan yang bijak bagi kedua belah pihak sehingga Alonso bisa kembali membangun karir kepelatihannya di lingkungan yang lebih sesuai sementara Real Madrid mencari arah baru untuk mengembalikan dominasi mereka di sepak bola Eropa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *