MOTM Pertandingan AC Milan vs Lazio

motm-pertandingan-ac-milan-vs-lazio

MOTM Pertandingan AC Milan vs Lazio. Malam Minggu, 29 November 2025, San Siro menjadi saksi duel sengit pekan ke-13 Serie A saat AC Milan menjamu Lazio. Rossoneri meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Rafael Leao di menit ke-51, memanfaatkan umpan silang akurat Fikayo Tomori. Hasil ini mengangkat Milan ke puncak klasemen sementara dengan 28 poin, unggul satu poin dari Roma, sementara Lazio terjebak di peringkat delapan dengan 18 poin. Di laga yang penuh ketegangan dan minim peluang, Man of the Match (MOTM) jatuh ke Rafael Leao—bukan hanya karena golnya, tapi performa keseluruhan yang bikin pertahanan lawan kewalahan. Dengan absennya beberapa bintang seperti Christian Pulisic dan Santiago Gimenez di Milan, serta cedera di kubu Lazio, laga ini tunjukkan siapa saja yang benar-benar layak dapat sorotan. Dari kiper heroik hingga gelandang pengatur tempo, berikut breakdown pemain kunci yang tentukan nasib pertandingan. INFO SLOT

Rafael Leao: Gol Penentu dan Ancaman Tak Terbendung: MOTM Pertandingan AC Milan vs Lazio

Rafael Leao layak dapat gelar MOTM tanpa ragu. Winger Portugal ini tak cuma cetak satu-satunya gol Milan—tendangan keras ke pojok jauh setelah kontrol bola sempurna—tapi juga ciptakan empat peluang berbahaya sepanjang laga. Ia menang 7 dari 9 dribel, bikin lini belakang Lazio bolak-balik marking, dan beri dua kunci passing akurat yang buka ruang untuk serangan balik. Musim ini, Leao sudah sumbang 10 gol di Serie A, dan lawan Lazio jadi panggungnya yang keempat untuk bikin masalah. Tanpa kecepatan dan instingnya, Milan mungkin terjebak di possession 58 persen tanpa hasil. Pelatih Massimiliano Allegri puji Leao pasca-laga: “Dia bukan cuma finisher, tapi pembuka jalan.” Performa ini bikin Leao naik rating 9.2 di app stats, tertinggi di lapangan.

Mike Maignan: Benteng Kiper yang Tak Tergoyahkan: MOTM Pertandingan AC Milan vs Lazio

Di ujung lain, Mike Maignan jadi pilar tak tergantikan bagi Milan. Kiper Prancis ini gagalkan dua peluang emas Lazio—sundulan Mattia Zaccagni di menit ke-28 dan lari solo Boulaye Dia di awal babak pertama—dengan refleks yang bikin penonton San Siro tepuk tangan. Total 46 saves musim ini, Maignan raih clean sheet keduanya beruntun di kandang, batasi Lazio cuma delapan kali sentuh kotak penalti. Dengan penguasaan bola 58 persen Milan, tekanan balik Lazio di counter jadi ujian berat, tapi Maignan jawab dengan 92 persen akurasi distribusi bola. Ia juga pimpin pertahanan dengan instruksi vokal, bantu tim bertahan rapat di injury time saat kontroversi penalti hampir ubah segalanya. Tanpa Maignan, laga ini bisa berakhir imbang atau lebih buruk—rating 8.5-nya bukti peran krusialnya.

Luka Modric: Maestro Lini Tengah yang Atur Ritme

Luka Modric, veteran Kroasia berusia 40 tahun, muncul sebagai otak Milan di tengah lapangan. Meski baru bergabung, ia beri tiga kunci passing akurat dan 92 persen akurasi umpan, atur tempo permainan saat Lazio tekan di babak kedua. Modric potong dua serangan balik tamu dan ciptakan ruang untuk Leao dengan visi tajamnya. Duelnya lawan Matteo Guendouzi jadi sorotan—Modric kalah fisik tapi unggul cerdas, menang 8 dari 10 duel bola mati. Formasi 3-5-2 Milan bergantung padanya untuk keseimbangan, terutama dengan absen Pulisic yang kurangi opsi sayap. Modric tak cetak gol, tapi kontribusinya tak terlihat—seperti umpan longgar yang picu transisi gol Leao—bikin ratingnya 8.0, dan Allegri sebut ia “pengalaman yang tak tergantikan.”

Kontribusi Pendukung: Tomori dan Guendouzi yang Tak Kalah Hebat

Fikayo Tomori sumbang assist krusial untuk gol Leao dengan umpan silang panjang, menang 10 tekel dan 14 dari 16 duel udara—jadi benteng belakang yang bikin Lazio frustrasi. Di kubu tamu, Matteo Guendouzi tampil impresif dengan ciptakan tiga peluang dan terlibat dua aksi ofensif Lazio yang paling berbahaya. Gelandang Prancis ini menang 8 dribel, meski timnya gagal konversi xG 0.9-nya. Zaccagni dan Dia juga beri ancaman, tapi finishing buruk mereka biarkan Milan aman. Chaos di injury time—penalti dibatalkan VAR setelah tembakan Romagnoli kena tangan Pavlovic—tambah drama, tapi pemain seperti Tomori tetap tenang.

Kesimpulan

Man of the Match Rafael Leao tak diragukan lagi jadi bintang utama di kemenangan 1-0 AC Milan atas Lazio, dengan gol dan kreativitasnya yang angkat tim ke puncak Serie A. Didukung Maignan yang heroik dan Modric yang bijak, Milan tunjukkan kedalaman skuad meski absen bintang. Bagi Lazio, Guendouzi layak puji meski kekalahan ini perpanjang paceklik mereka lawan Milan. Laga di San Siro ini ingatkan bahwa di Serie A, satu momen brilian seperti Leao bisa ubah klasemen—dan musim 2025/26 masih panjang dengan big match lawan Juventus menanti. Rossoneri siap bertahan di atas, berkat pemain kunci yang bikin perbedaan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *